Rabu, 28 November 2012

Seminar Pembelajaran Ekonomi berbasis Pendidikan Karakter


Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran mata pelajaran atau mata kuliah menjadi pilihan dalam prosesnya. Pendidikan karakter dipandang semakin urgen untuk diberikan perhatian dalam proses pembelajaran. Siswa atau peserta didik harus diberikan peningkatan dalam ranah afektif yang proporsional (dalam hal ini sikap dan perilaku). Peningkatan kualitas pembelajaran juga menjadi hal yang sangat penting bagi seorang guru dan dosen. Pemilihan strategi dan metode pembelajaran mau tidak mau harus kian kreatif dan bervariasi. Demikian juga dengan penentuan media pembelajaran. Dengan demikian, proses pembelajaran akan menjadi lebih menarik dan menyenangkan serta bermakna.
Berawal dari kerangka fikir di atas, maka Jurusan Pendidikan Ekonomi FE Unnes akan menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Seminar Pembelajaran Ekonomi berbasis Pendidikan Karakter”. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada:
Hari, Tanggal:Senin, 3 Desember 2012
Tempat:Balemong Resort, Jl. Pattimura IB Sisemut, Ungaran
Waktu:Pukul 08.00 – 13.00 wib
Pembicara:Dr. Sunaryanto, M.Ed. (Universitas Negeri Malang)
Sasaran Peserta:Dosen, Guru, dan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi semester V
source; http://pendidikanekonomi.unnes.ac.id/seminar-pembelajaran-ekonomi-berbasis-pendidikan-karakter/

Rabu, 21 November 2012

Laba tak Harus Pendapatan Dikurangi Beban


Oleh Ahmad Nurkhin*)
Ya, seperti yang telah kita fahami selama ini, dalam istilah Akuntansi yang dimaksud dengan laba adalah selisih antara penghasilan dikurangi beban. Artinya, laba akan diperoleh suatu entitas jika entitas tersebut memperoleh penghasilan yang lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.
Pemahaman ini adalah pandangan original. Pandangan kritis memberikan definisi lain. Tentu bisa dianggap tak lazim, bahkan salah oleh pandangan awal. Pandangan kritis menganggap bahwa laba tak harus diperoleh dari selisih antara pendapatan dengan beban. Wow… terus apa yang dimaksud dengan laba?
Laba merupakan jumlah bonus yang diterima oleh karyawan. Ya, laba = bonus. Artinya, jika karyawan telah memperoleh bonus maka bisa diartikan bahwa perusahaan telah memperoleh laba. Agak kurang logis, jika perusahaan mengalami kerugian, karyawan akan diberikan bonus. Apalagi jumlahnya semakin meningkat. Hmmm… begitulah pandangan akuntansi kritis mentransformasi pemahaman yang telah ada dengan sudut pandang berbeda dan kritis. Ia memberikan cara pandang lain.
Pandangan kritis berawal dari “to emancipate” dan “to transform”. Pandangan kritis bukanlah “to explain” atau “to predict”. Pandangan akuntansi kritis sepertinya dilandasi realitas bahwa “manusia” merupakan individu yang tidak diam, tetapi terus berkembang, baik secara structural atau secara kesadaran sosial. Manusia tidaklah seperti benda mati. Ia terus berubah. Seperti manusia, akuntansi juga akan terus berkembang. Dan tentu harus diberikan pandangan lain sehingga akuntans tak berhenti dan ajeg.
Hutang bukanlah kewajiban. Hutang adalah cinta. Kok bisa? Semakin banyak hutang yang kita terima, berarti kita semakin dicintai. Bukankah begitu? Semakin kita dicintai, maka kita akan secara mudah untuk memperoleh hutang. Karena sudah “kadung” cintanya.
Pandangan kritis kah? Ataukah pandangan interpretif? Demikian beberapa poin yang berhasil aku tangkap dalam introduksi akuntansi multi paradigm bersama Prof. Iwan Triyuwono. Sesuatu yang katanya Syahrini “cettaarrr membahanaaa”.
UB, 20 Nopember 2012; Atas kontribusinya mas #DudeSandyHerlino
*) adalah dosen di Jurusan Pendidikan Ekonomi FE Unnes
source; http://pendidikanekonomi.unnes.ac.id/laba-tak-harus-pendapatan-dikurangi-beban/

Minggu, 18 November 2012

Hasil UTS Pengantar Akuntansi

Hasil ujian tengah semester untuk mata kuliah Pengantar Akuntansi di tahun 2012 dapat dilihat di bagian bawah tulisan ini. Berbagai macam hasil yang diperoleh. Selamat bagi yang mendapatkan hasil yang memuaskan. dan Selamat juga bagi mahasiswa yang memperoleh hasil tak terduga. Hasil teserbut semoga bisa menjadi cambuk untuk terus belajar dan lebih baik. Masih ada waktu... Jangan disia-siakan. Menyesal hanya ada di belakang. Catatan; hasil masih bisa didiskusikan jika perlu.

Hasil UTS Rombel 107

7101408280 40
7101408043 45
7101408136 65
7101412132 70
7101412169 100
7101412171 75
7101412173 65
7101412254 100
7101412258 75
7101412261 100
7101412263 50
7101412268 100
7101412270 100
7101412272 75
7101412280 60
7101412284 80
7101412285 75
7101412287 80
7101412288 80
7101412292 75
7101412293 95
7101412295 60
7101412296 90
7101412298 100
7101412306 95
7101412307 100
7101412316 70
7101412317 65
7101412320 60
7101412323 65
7101412324 65
7101412326 85
7101412327 100
7101412329 100
7101412330 65
7101412335 100
7101412336 65
7101412337 60
7101412339 40
7101412340 65
7101412341 70
7101412345 70
7101412346 85
7101412347 65
7101412353 100
7101412354 98
7101412356 40
7101412357 50
7101412359 65
7101412360 70
7101412361 70
7101412366 70
7101412367 70
7101412370 75
7101412377 70
7101412379 50
7101412380 100
7101412383 70
7101412384 90
7101412385 75
7101412388 90
7101412393 70
7101412397 75
7101412407 70
7101412413 100