Perjalanan sepekan telah usai.. berangkat senin pulang minggu.. di empat tempat yang berbeda.. mengakhiri perjalanan2 sebelumnya. Diawali ke malang akhir oktober, awal Nopember ke surabaya, tengah Nopember ke thailand.. dan awal desember ke malaysia dan yogya.. berasa capeknya.. ya di kantong, ya di mana aja.. hehe..
Perjalanan sepekan ini berakhir dengan mengunjungi #sangguruselatan1 dan #sangguruselatan2.. tepatnya di Drono dan di nyamplung.. berawal ikut konferensi Islamic Finance di Melaka Malaysia bersama pak Hasan. Hingga hari kamis mengelilingi beberapa titik di melaka dan Kuala Lumpur. Cukup puas lah. Membolang 2 orang.. hahaha.. asyeekkkk
Perjalanan dari Malaysia terpaksa harus tak pulang ke semarang karena ada acara rapim di yogya. Tiket sudah dipesan. Dan aku harus merubahnya menuju yogya walaupun akhirnya tak bisa ikut sesi2 awal rapim. Tak apalah.. hahaha.. paling disengeni pak dekan.. ternyata??? Nggak tahu.. pak dekan sayang sama aku kok.. ge er...
Tampilkan postingan dengan label rehatiaa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rehatiaa. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Desember 2016
My Gurues, kau selalu di hati
Adalah kebahagiaan yang tiada terkira, bagi seorang murid, dapat berkunjung dan menjalin silaturahim dengan sang guru. Guru apapun... entah diingat atau tidak, guru adalah seseorang yang akan selalu di hati.. iya nggak sih?
Memperingati hari guru nasional tahun ini (ceritanya begitu, biar ada alurnya).. aku beranikan diri menyatukan hati dan fikiran untuk mengunjungi salah satu guruku di daerah karangawen. Yang aku ingat, aku pernah menyatakan "kau selalu di hati" untuk beliau. Entahlah, aku hanya cocok saja. Namanya, pak Dedy. Bukan guru akuntansi, hehehe. Beliau guru pemasaran saat aku duduk di kelas 2 dan 3 di SMK N 1 Demak. Ada guru pemasaran lainnya yang kini aku merasa dekat dan kenal.. setelah 10 tahun lebih lulus. Namanya pak Slamet. Kalau guru akuntansi ibu2 semua.. ada bu eni is, bu eni s, bu siwi, bu retno, dll.
Memperingati hari guru nasional tahun ini (ceritanya begitu, biar ada alurnya).. aku beranikan diri menyatukan hati dan fikiran untuk mengunjungi salah satu guruku di daerah karangawen. Yang aku ingat, aku pernah menyatakan "kau selalu di hati" untuk beliau. Entahlah, aku hanya cocok saja. Namanya, pak Dedy. Bukan guru akuntansi, hehehe. Beliau guru pemasaran saat aku duduk di kelas 2 dan 3 di SMK N 1 Demak. Ada guru pemasaran lainnya yang kini aku merasa dekat dan kenal.. setelah 10 tahun lebih lulus. Namanya pak Slamet. Kalau guru akuntansi ibu2 semua.. ada bu eni is, bu eni s, bu siwi, bu retno, dll.
Kamis, 24 November 2016
Kaulah Guru Terbaikku
Indah nian masa itu
Saat kau bergembira ria menghibur kami
Paling tidak dalam masa 2 tahun
Saat kami masih sangat imut dan nggemesin
Kaulah, guruku di masa kanak-kanak
Tak kurang dari 6 tahun
kau membersamai
Membuka pemahaman atas angka dan huruf
Kau, begitu telaten dan teladan
Kau, begitu bersemangat
Hingga kami menapaki jenjang menengah pertama
Kaulah guruku di sekolah dasar
Tak kurang dari 3 tahun
kau menggandeng
Mengajak kami menemukan hal baru
Memainkan peran tuk pahami sesuatu
Menasihati saat kami lakukan kesalahan
Mendukung kami lalui ujian nasional
Kaulah, guruku di tingkat pertama
Tak kurang dari 3 tahun
Kau membimbing kami menuju transisi
Mengenal dunia yang tiada sempit
Membongkar apa yang masih terpendam
Membentuk sebuah kepribadian
Meneguhkan kesiapan di masa yang kian terjal
Kaulah, guruku di menengah atas
Kau, juga guru kami
Empat tahun paling sedikit
Kau kian membuka cakrawala
Membuka pandangan kian cerah
Memahami dunia dan seisinya
Terkadang kau begitu mempesona
Terkadang kau membuat kami berkerut
Tetapi, kau sungguh berbeda
Karena kami telah kau anggap mandiri
Kaulah dosenku... Kaulah guruku...
Ya Allah, ku ingin sampaikan salam rinduku padanya
Kuhaturkan terimakasih setulusnya
Aku yakin, jasanya tak kan mampu kami balas dengan apapun
Sungguh, jasa mereka tiada terkira...
Ya Allah, lindungilah ia, jagalah ia
Bimbinglah ia hingga selalu dekat denganMu
Guruku, Selamat Hari Guru, 25 Nopember 2016
(xsegoro, 241116, 2025)
Saat kau bergembira ria menghibur kami
Paling tidak dalam masa 2 tahun
Saat kami masih sangat imut dan nggemesin
Kaulah, guruku di masa kanak-kanak
Tak kurang dari 6 tahun
kau membersamai
Membuka pemahaman atas angka dan huruf
Kau, begitu telaten dan teladan
Kau, begitu bersemangat
Hingga kami menapaki jenjang menengah pertama
Kaulah guruku di sekolah dasar
Tak kurang dari 3 tahun
kau menggandeng
Mengajak kami menemukan hal baru
Memainkan peran tuk pahami sesuatu
Menasihati saat kami lakukan kesalahan
Mendukung kami lalui ujian nasional
Kaulah, guruku di tingkat pertama
Tak kurang dari 3 tahun
Kau membimbing kami menuju transisi
Mengenal dunia yang tiada sempit
Membongkar apa yang masih terpendam
Membentuk sebuah kepribadian
Meneguhkan kesiapan di masa yang kian terjal
Kaulah, guruku di menengah atas
Kau, juga guru kami
Empat tahun paling sedikit
Kau kian membuka cakrawala
Membuka pandangan kian cerah
Memahami dunia dan seisinya
Terkadang kau begitu mempesona
Terkadang kau membuat kami berkerut
Tetapi, kau sungguh berbeda
Karena kami telah kau anggap mandiri
Kaulah dosenku... Kaulah guruku...
Ya Allah, ku ingin sampaikan salam rinduku padanya
Kuhaturkan terimakasih setulusnya
Aku yakin, jasanya tak kan mampu kami balas dengan apapun
Sungguh, jasa mereka tiada terkira...
Ya Allah, lindungilah ia, jagalah ia
Bimbinglah ia hingga selalu dekat denganMu
Guruku, Selamat Hari Guru, 25 Nopember 2016
(xsegoro, 241116, 2025)
Sabtu, 29 Oktober 2016
BTWI R8, rumah ketigaku
Nanti menginapnya di BTWI ya. Demikianlah tawaran yang selalu kau berikan, saat aku berkunjung ke kota malang. Entah apa tujuannya. Dan kau selalu akan menjemput dan mengantar. Tentunya saat kau tak tugas luar kota.
Entahlah, aku ini siapa. Namun, kau telah kuanggap "bapak". Kewajiban ku tuk berkunjung dan bersilaturahim. Beberapa hari yang lalu, kau baru saja tiba di tanah air setelah menunaikan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji di tanah haram. Sungguh, kebahagian seorang muslim. Aku pun berdoa semoga disegerakan.
#cakJi, sekarang kau dipanggil #pakhaji.. hehe.. sapaan yang semoga membuatmu istiqomah.. kau, adalah insan yang baik hatinya. Kepada siapapun. Tidak hanya padaku.
27 Oktober 2016, alhamdulillah silaturahim kemarin telah aku lakukan. Inginnya saat walimatus safarnya. Jarak ternyata masih jadi kendala. Dan banyak kebaikan yang aku dengar. Banyak cerita yang telah kau sampaikan. Banyak juga foto yang telah kau kirimkan saat kau di tanah suci.
#cakJi, terimaksih pinjaman livina maticnya. menemani kami menyusuri BNS dan pulosari yang melegenda. Maaf ya, belum sempat kami "cuci" setelah tertandai air hujan di malam itu.. dan maafkan aku, yang tak jadi menginap di istana BTWI. Aku hanya bisa membawakan 3 mobil kecil itu untuk dedek hilmy. Semoga suka..
#cakJi, terimakasih oleh2nya. Dan telah kau antarkan kami ke terminal landungsari menuju perjalanan kami ke makam gusdur di tebuireng Jombang. Semoga aku bisa silaturahim kembali. Di lain waktu. Dan membawakan jambu Demak.. aamiin.
BTWI R8, kau rumah ketigaku...
Selasa, 04 Oktober 2016
Sop ayamnya maknyusss
Hari ini aku ingin mencatat satu kebaikan beliau. Ya, paling tidak aku akan teringat selalu. Dan tentunya aku akan terus berharap untuk bisa membalasnya.
Hari ini, aku mencatat kebaikan #pakkadar.. sebut saja begitu ya. Beliau adalah pendidik di SMK 2 Pekalongan kala aku bersua beliau untuk kali pertama. Sekira satu tahun yang lalu pada momen LKS Akuntansi se Jawa Tengah.
Hari ini, aku bersua beliau lagi. Setelah beberapa kesempatan tidak berhasil.. kunjungan mahasiswa PPL adalah frame persuaan kali ini. Dan aku memang sengaja memilih smk 2 untuk bisa bersua beliau. Agar bisa melanjutkan tali silaturahmi.
Hari ini, sekira pukul 06 pagi aku kirim gambar via wa saat aku sudah di kaligung. Harapan positifnya adalah beliau berkenan menjemput.. hehe.. kuwalat ya sama orang tua.. karena aku yakin, beliau akan melakukannya. #pakkadar adalah sangat baik. Melebihi apa yang aku harapkan.
Hari ini, tepat pukul 08.40 kaligung berhenti di stasiun Pekalongan. Lebih cepat dari jadwal. Dan niatnya aku beli roti'o karena belum sarapan. Aku langkahkan kaki dan ternyata beliau sudah menungguku di pintu exit itu.. tak jadilah aku ke sana. Dan akhirnya aku alihkan untuk beli tiket. Hehehehe...
Hari ini, aku mencatat kebaikan #pakkadar.. sebut saja begitu ya. Beliau adalah pendidik di SMK 2 Pekalongan kala aku bersua beliau untuk kali pertama. Sekira satu tahun yang lalu pada momen LKS Akuntansi se Jawa Tengah.
Hari ini, aku bersua beliau lagi. Setelah beberapa kesempatan tidak berhasil.. kunjungan mahasiswa PPL adalah frame persuaan kali ini. Dan aku memang sengaja memilih smk 2 untuk bisa bersua beliau. Agar bisa melanjutkan tali silaturahmi.
Hari ini, sekira pukul 06 pagi aku kirim gambar via wa saat aku sudah di kaligung. Harapan positifnya adalah beliau berkenan menjemput.. hehe.. kuwalat ya sama orang tua.. karena aku yakin, beliau akan melakukannya. #pakkadar adalah sangat baik. Melebihi apa yang aku harapkan.
Hari ini, tepat pukul 08.40 kaligung berhenti di stasiun Pekalongan. Lebih cepat dari jadwal. Dan niatnya aku beli roti'o karena belum sarapan. Aku langkahkan kaki dan ternyata beliau sudah menungguku di pintu exit itu.. tak jadilah aku ke sana. Dan akhirnya aku alihkan untuk beli tiket. Hehehehe...
Hari ini, aku seperti mengulangi kenangan manisku saat itu bersama #sangguruutama.. saat aku masih mahasiswa.. berboncengan dengan beliau, sang motivator hingga kini.. ah, masa lalu.. dan aku mengalaminya lagi hari ini bersama #pakkadar.. aku lebih suka... aku suka.. aku suka.. dan lebih alami.. walau aku tahu, beliau punya yang lebih baik.. tapi, rasanya beda.. nggeeenggg.... dan sampailah aku ke sma 2.
Minggu, 25 September 2016
berkunjung ke sang guru itu sangat menyenangkan
Bersua dan berbincang dengan sang guru itu memang hal yang sangat menyenangkan. Bagiku, aktivitas yang sangat ingin aku ulang. Berkali-kali. Semoga demikian juga dengan sang guru ya.. jangan-jangan aku senang, beliaunya sedih.. hehe
Yup, hari ini aku diizinkan oleh Sang maha Kuasa untuk bisa bersilaturahim langsung (dan tak langsung) dengan sang guru. Dan 4 orang keren dan hebat yang aku kenal selama ini.
Pagi ini, 24 September aku awali di kawasan pucanggading sana. Agak jauh memang. Tak apalah, bisa bersilaturahim itu sudah sesuatu banget.. Tepat jam 6 pagi aku sampai di kediaman yang kian "megah" saja. Hatiku sangat tenang dan senang saat aku lihat fortuner putih itu di garasi rumah. Dan salamlah aku.. seperti biasa, tak lama kemudian sang empunya membukakan pintu, menyapa dan mempersilahkan masuk.
Yup, hari ini aku diizinkan oleh Sang maha Kuasa untuk bisa bersilaturahim langsung (dan tak langsung) dengan sang guru. Dan 4 orang keren dan hebat yang aku kenal selama ini.
Pagi ini, 24 September aku awali di kawasan pucanggading sana. Agak jauh memang. Tak apalah, bisa bersilaturahim itu sudah sesuatu banget.. Tepat jam 6 pagi aku sampai di kediaman yang kian "megah" saja. Hatiku sangat tenang dan senang saat aku lihat fortuner putih itu di garasi rumah. Dan salamlah aku.. seperti biasa, tak lama kemudian sang empunya membukakan pintu, menyapa dan mempersilahkan masuk.
Sabtu, 02 Juli 2016
Buka Bersama di PST
"Mas nur nanti sore menjelang maghrib ambil jatah anak yatim & panti.....ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" pesan WA inilah yang aku tunggu-tunggu.. sekalian silaturahim.. paling tidak sebulan satu kali.. cukuplah untuk menyambung tali persaudaraan.
Pesan WA di atas dari #sanggurutimur alias #profrohman. Dan kusambut pesan tertanggal 26 Juni yang lalu. Dengan penuh gembira ria. Maklum, aku gagal bersua pada tanggal 7 Juni di awal ramadhan kali ini. Aku hanya berhasil menghantarkan jambu.
Rencana silaturahim agak sedikit mengalami kendala. Tak disangka, salah satu tetanggaku dipanggil Sang Kuasa. Dan aku harus bagaimana? Akhirnya aku hanya bisa ikut shalat jenazah dan tak bisa ikut ke makam. Demi bisa silaturahim ke #profrohman.
Aku meluncur setelah shalat jenazah sekira pkl 16an. Penginnya jam 5an sudah sampai. Melintasi daerah ketileng aku tahu aci. Yak, adik temanku jualan. Asli slawi. Dan kubeli dua paket. Aku suka banget ya. Minimal aku bawa cemilan buka puasa.
Dan vario merah itu sampailah pada PST alias pucang sari timur IV, persis di depan istana hijau yang baru itu. Saat kumasuki gang itu kulihat #profrohman sedang menemui tamu di depan rumah. Aku disambut dengan senyuman khasnya. Kali ini vario ku langsung dipersilahkan parkir di dalam (parkir timur). Dan masuklah aku lewat pintu samping. Jadi inget beberapa waktu lalu, aku juga melalui pintu samping di #abahAR.
Ah, ternyata si bapak sedang bergulat dengan input nilai. Aku menemaninya di ruang tamu itu. Berkaos kuning secara perlahan #profrohman menginput nilai ke format ms excel di lepi itu. Sembari ngobrol menunggu waktu berbuka puasa. Dan #profrohman akhirnya harus mandi sore sebelum buka puasa dan menunaikan ibadah shalat maghrib. #profrohman terlihat ngantuk setelah siram. Hmmm....
Waktu yang ditunggu akhirnya tiba. Aku dipersilahkan ke ruang makan untuk bersama menikmati menu buka puasa. Segelas teh, kurma, tahu aci dan tahu bakso. Ada roti dan lainnya di meja makan itu. Terlihat manjaku. Aku minta es teh. Terbiasa buka dengan es. Hehe.. menikmati menu takjil sembari ngobrol dan nonton TV. Indah dan akrab sekali.. seakan aku adalah anggota keluarga itu..
Menuju masjid untuk shalat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan makan malam bersama. Seperti yang pernah dulu, aku dipersilahkan mengambil nasi dan lauk sendiri. Di tempatnya masing-masing. Aku tak perlu menu mewah. Bisa buka puasa bersama saja adalah lebih dari cukup. Kebahagiaan tak terkira bagiku. Menunya apa ya? Terong, ikan, kerupuk, dan lainnya.
Cissssss... aku tekan menu kamera depan s7 flat ku kala itu. Setelah menyantap makan malam. Sayang sekali, aku terlalu egois. Aku tak menyertakan si agil.. Maaf ya.. besok lagi.. kita selfie bareng..
Shalat Isya dan tarawih adalah menu berikutnya. Kali ini aku tak bisa ikut tadarusan. Alasannya mau tahlilan. Selepas Tarawih aku pamitan dan segera meluncur pulang. Semoga lain waktu bisa. Termasuk menginap di rumah yang tampak lebih besar dan luas daripada sebelumnya. Sudah direnovasi.
Niatnya begitu.. di tengah jalan aku berubah haluan. Aku ke Pands jalan Pandanaran. Maksudnya adalah membelikan titipan untuk mas kemal dkk serta #abahAR. Ternyata ramai dan belum tutup. Bergegas aku memilih dan membayar walau belum dapat semuanya.
Kok ada mas kemal dkk? Iya... ada yang lucu. Gegara aku iseng beli2 online.. dan #seniorbaru alias #pakmuhsin. Aku bercanda untuk dibelikan sarung.. eeeladalah bapaknya ngeluarin uang 300ribu. Dan ngasih lagi 300rb setelah ambil dari ATM. Nitip untuk mas kemal dkk.. hmmm... begitulah ceritanya..
Eeits, ada lagi. Candaanku menunggu remun yang belum cair.. akhir2 ini aku sering sekali berWA dengan #pakmuhsin. Kok bisa ya. Padahal aku takut dulunya. Kali ini sudah aku anggap senior yang baik hati. Dan aku merasa kedekatan yang sangat berbeda.. entahlah.. sampai aku ditransfer 5 jeti. Iya, lima jeti! Aku kaget. Padahal bercanda.. walau akhirnya aku alihkan untuk mengganti uangku yang kepakai pesan tiket pesawat ke surabaya akhir juli nanti... bapak yang satu ini agak beda.. aku harus hati-hati.. hehe
Yup, satu peristiwa yang akan aku ingat selalu.. menjelang sepertiga terakhir ramadhan kali ini...
Ada memori lain.. dua hari berikutnya. Aku menemani #pakedy bersilaturahim ke #abahAR untuk menghantarkan bingkisan yang telah aku siapkan.. dari Rumah Amal Lazis Unnes.. dan ditutup dengan menikmati kuliner bakmi pak jamal di daerah sampangan. #pakedy sangat menyukai kuliner. Dan aku termasuk sering menemaninya.
Semoga Allah swt menjaga tali silaturahim di antara kami.. Aamiin aamiin ya rabbal alamin.
Pesan WA di atas dari #sanggurutimur alias #profrohman. Dan kusambut pesan tertanggal 26 Juni yang lalu. Dengan penuh gembira ria. Maklum, aku gagal bersua pada tanggal 7 Juni di awal ramadhan kali ini. Aku hanya berhasil menghantarkan jambu.
Rencana silaturahim agak sedikit mengalami kendala. Tak disangka, salah satu tetanggaku dipanggil Sang Kuasa. Dan aku harus bagaimana? Akhirnya aku hanya bisa ikut shalat jenazah dan tak bisa ikut ke makam. Demi bisa silaturahim ke #profrohman.
Aku meluncur setelah shalat jenazah sekira pkl 16an. Penginnya jam 5an sudah sampai. Melintasi daerah ketileng aku tahu aci. Yak, adik temanku jualan. Asli slawi. Dan kubeli dua paket. Aku suka banget ya. Minimal aku bawa cemilan buka puasa.
Dan vario merah itu sampailah pada PST alias pucang sari timur IV, persis di depan istana hijau yang baru itu. Saat kumasuki gang itu kulihat #profrohman sedang menemui tamu di depan rumah. Aku disambut dengan senyuman khasnya. Kali ini vario ku langsung dipersilahkan parkir di dalam (parkir timur). Dan masuklah aku lewat pintu samping. Jadi inget beberapa waktu lalu, aku juga melalui pintu samping di #abahAR.
Ah, ternyata si bapak sedang bergulat dengan input nilai. Aku menemaninya di ruang tamu itu. Berkaos kuning secara perlahan #profrohman menginput nilai ke format ms excel di lepi itu. Sembari ngobrol menunggu waktu berbuka puasa. Dan #profrohman akhirnya harus mandi sore sebelum buka puasa dan menunaikan ibadah shalat maghrib. #profrohman terlihat ngantuk setelah siram. Hmmm....
Waktu yang ditunggu akhirnya tiba. Aku dipersilahkan ke ruang makan untuk bersama menikmati menu buka puasa. Segelas teh, kurma, tahu aci dan tahu bakso. Ada roti dan lainnya di meja makan itu. Terlihat manjaku. Aku minta es teh. Terbiasa buka dengan es. Hehe.. menikmati menu takjil sembari ngobrol dan nonton TV. Indah dan akrab sekali.. seakan aku adalah anggota keluarga itu..
Menuju masjid untuk shalat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan makan malam bersama. Seperti yang pernah dulu, aku dipersilahkan mengambil nasi dan lauk sendiri. Di tempatnya masing-masing. Aku tak perlu menu mewah. Bisa buka puasa bersama saja adalah lebih dari cukup. Kebahagiaan tak terkira bagiku. Menunya apa ya? Terong, ikan, kerupuk, dan lainnya.
Cissssss... aku tekan menu kamera depan s7 flat ku kala itu. Setelah menyantap makan malam. Sayang sekali, aku terlalu egois. Aku tak menyertakan si agil.. Maaf ya.. besok lagi.. kita selfie bareng..
Shalat Isya dan tarawih adalah menu berikutnya. Kali ini aku tak bisa ikut tadarusan. Alasannya mau tahlilan. Selepas Tarawih aku pamitan dan segera meluncur pulang. Semoga lain waktu bisa. Termasuk menginap di rumah yang tampak lebih besar dan luas daripada sebelumnya. Sudah direnovasi.
Niatnya begitu.. di tengah jalan aku berubah haluan. Aku ke Pands jalan Pandanaran. Maksudnya adalah membelikan titipan untuk mas kemal dkk serta #abahAR. Ternyata ramai dan belum tutup. Bergegas aku memilih dan membayar walau belum dapat semuanya.
Kok ada mas kemal dkk? Iya... ada yang lucu. Gegara aku iseng beli2 online.. dan #seniorbaru alias #pakmuhsin. Aku bercanda untuk dibelikan sarung.. eeeladalah bapaknya ngeluarin uang 300ribu. Dan ngasih lagi 300rb setelah ambil dari ATM. Nitip untuk mas kemal dkk.. hmmm... begitulah ceritanya..
Eeits, ada lagi. Candaanku menunggu remun yang belum cair.. akhir2 ini aku sering sekali berWA dengan #pakmuhsin. Kok bisa ya. Padahal aku takut dulunya. Kali ini sudah aku anggap senior yang baik hati. Dan aku merasa kedekatan yang sangat berbeda.. entahlah.. sampai aku ditransfer 5 jeti. Iya, lima jeti! Aku kaget. Padahal bercanda.. walau akhirnya aku alihkan untuk mengganti uangku yang kepakai pesan tiket pesawat ke surabaya akhir juli nanti... bapak yang satu ini agak beda.. aku harus hati-hati.. hehe
Yup, satu peristiwa yang akan aku ingat selalu.. menjelang sepertiga terakhir ramadhan kali ini...
Ada memori lain.. dua hari berikutnya. Aku menemani #pakedy bersilaturahim ke #abahAR untuk menghantarkan bingkisan yang telah aku siapkan.. dari Rumah Amal Lazis Unnes.. dan ditutup dengan menikmati kuliner bakmi pak jamal di daerah sampangan. #pakedy sangat menyukai kuliner. Dan aku termasuk sering menemaninya.
Semoga Allah swt menjaga tali silaturahim di antara kami.. Aamiin aamiin ya rabbal alamin.
Jumat, 17 Juni 2016
Sepertiga Ramadhanku kali ini (2)
Buka bersama #sangguruselatan1
Berawal dari wa, akhirnya aku bisa berbuka bersama
#sangguruselatan1 alias #profhardi atau sang profesor pengembara. Biasanya
kalau janjian di warung pak dawut, mbebek. Kali ini aku tak berani ke sana,
khawatir aja asam urat beliau kambuh. Dan soto sokaraja adalah pilihannya.
Kamis (16/6) aku berbuka bersama. Tepat pukul 17 beliau
hadir. Dan memakai kaos "Singapore" itu untuk kali pertama. Kaos yang aku beli saat conference di November 2015 lalu. Ternyata beliau belum mengetahui warung soto ini, termasuk ATM BNI
Sekaran atas. Hehe.. #profhardi langsung mengawali ngabuburit dengan topik
"politik". Isu #tolakSPI dalam demonstrasi mahasiswa beberapa waktu
lalu masih menarik buat beliau. Aku tahu, beliau malah mendukung #SPI. Biarin
aja kan.. dan menyayangkan keputusan rektor yang tidak jadi memberlakukannya
padahal sudah didukung senat universitas.
Bagiku, jalan tengah adalah pilihan. Tetap ada #SPI tetapi
dengan nominal yang sedang-sedang saja. UNNES mau naik kelas argumennya..
hehe.. tetapi aku tetap menghargai perjuangan mahasiswa ya. Salut. Bisa
"menggerakkan" massa yang cukup membuat keder. Obrolan pun berlanjut
ke isu di FE. Jadi tersenyum sendiri.. hehe...
Tak terasa, obrolan setengah jam ini menghantarkan kami menikmati menu buka puasa. Soto sokaraja, teh hangat dan kerupuk jadi menu #profhardi plus mendoan khas Purwokerto. Menuku hanya jus jambu tanpa kerupuk yang membedakannya. Alhamdulillah, nikmat. Habislah soto itu di mangkok kami masing-masing.
Setelah membayar (kali ini aku yang nraktir, karena aku yang
ngundang... hehe... senengnya aku... masak dibayar terus..) kami menuju masjid seberang gang mangga untuk menunaikan shalat
maghrib berjamaah. Alhamdulillah masih dapat satu rakaat, pada imam
"makmum masbuk".. hehe.. setelah shalat sunnah #profhardi mengucapkan
terima kasih dan mendoakanku dengan menggenggam erat tangan kananku.. aku pun
mengamininya. Dan berpisahlah kami di halaman masjid itu. Semoga bisa bersua
lagi ya di lain kesempatan. Khususnya "memperawani" istana baru di
yogya. InsyaAllah habis lebaran akan selesai renovasinya. Semoga Allah mengabulkan.
Terimakasih prof. Kau selalu menyemangatiku tuk selalu
berbuat baik. Semoga ALLAH SWT senantiasa menjagamu. (update status ku di
instagram). Foto #profhardi aku ambil sembunyi-sembunyi seperti biasanya. Aku
dikenal sebagai paparazi lho... Hahaha...
Demikian 2 momen terbaik di sepertiga pertama Ramadhanku
kali ini. Ada yang lain juga sih.. bersilaturahim ke kediaman #pakfachrur dalam
keadaan listrik mati. Ditemani lilin dan senter hape.. menghabiskan semangka
dan pisang goreng.. romantis buanget.. hahaha... siapa #pakfachrur? Guruku yang
lain lagi..
Sepertiga Ramadhanku kali ini (1)
Ramadhan telah memasuki hari ke 12. Bagaimana kabar puasamu?
Sudah dapat berapa juz tilawahnya? Atau bukbernya sudah di mana saja?
Alhamdulillah, Ramadhanku tak terlalu mengecewakan di
sepertiga pertama. Paling tidak aku bisa mencatat 2 momen terbaikku. Tilawahku
satu juz satu hari, insyaAllah.
Taping #abahAR
Yup, sabtu (10/6) aku di WA sama #abahAR. "Mas kalo
selo, skrg sy mau taping mediaTV di rumah". Jawabku "Wah, dengan
senang hati bapak.. siap meluncur.. 😃".
Senang dan bahagia, baru kali ini aku di WA sama #abahAR
untuk hadir di istananya. Apalagi untuk menyaksikan langsung proses taping.
Biasanya kan hanya di bbm atau wa "mas, on air di TVRI".. hehe
Sampai di kediaman hijau itu sekira pukul 08.30an. Dan aku
lihat sudah ada mobil tv IM Media (tv lokal yang baru mengudara beberapa
bulan). Dan proses taping sudah mulai. Dan akhirnya aku memberanikan diri
melalui pintu samping. Dan kulihat #abahAR sudah mulai "menyampaikan
taushiyah ramadhan". Oiya, taushiyahnya ditayangkan 5 menit jelang buka.
Sayangnya tv baru itu belum jelas dan bening gambarnya.
#abahAR mencariku di teras, karena beliau tahu kehadiranku.
Aku ada di samping, bapak. Aku kemudian ke depan dan #abahAR masuk lagi. Nggak
ketemu deh. Sekilat aku melalui pintu samping dan bersualah kami. Aku beranikan
masuk ruang tamu. Dan akhirnya dipersilahkan duduk dan menyaksikan proses
taping itu hingga selesai pada pukul 09.30an. Kurekam 2 kali. Sebenarnya banyak
kali.
Hmmm... ternyata #abahAR sudah ganti iphone!! Aku lihat di kursi itu. Baru dua hari. Jangan-jangan, gegara iphone ini aku diundang ke rumah. Hahaha... tak lah..
#abahAR punya jadwal ke kampus jam 10 dan melanjutkan kegiatan ke Pekalongan. Terpaksa aku tak bisa ngobrol banyak. Sedih juga sih. Tak apalah.. yang jelas aku hadir ke kediaman beliau atas undangan. Biasanya aku yang minta atau datang tiba-tiba.. hehe.. dan aku pun "berhasil" mencium tangan beliau untuk kali kedua.. senengnya... dari dulu pengin aku lakukan.. baru beberapa waktu aku mampu. Yang pertama jelang ramadhan lalu, saat aku hantarkan jambu. Penginnya sih sekali-kali mendekapnya.. hehe.. dan semoga terjadi di kemudian hari.. aamiin..
... bersambung ...
Senin, 16 Mei 2016
Silaturahim Bumi Tunggul Wulung Indah
Kumulai perjalanan menyambung silaturahim ini lagi. Tak ke selatan. Kali ini aku menuju timur jauh.. ya, ke #cakJi #sanggurutimurjauh.
Rabu (11/5) pukul 18.45 aku awali dari semarang poncol. Di tiket Jayabaya itu menunjukkan waktu kedatangan pukul 01.17 dini hari. Hmmm... akan merepotkan tuan rumah ya.. karna aku akan dijemput.
Allah mengabulkan keinginanku untuk bisa silaturahim ke #cakJi sekira tanggal 12 Mei. Yup, #cakJi ultah pada tanggal itu. Paling tidak aku akan mudah mengingat momen kemarin itu. Dan "panen" jambu Demak tepat di tanggal itu. Dan rencana itu pun terlaksana. Alhamdulillah...
Jayabaya terlambat sekira 10 menit. Aku pun bergembira saat informasi kereta memberitahu bahwa akan sampai stasiun Malang. Tas kuambil. Dua kardus itu aku siapkan. Tak lupa 2 bibit jambunya. Adakah poter yang membantu, batinku. Aku bingung membawanya sendiri. Kuatkah. Dan sampailah kereta itu pkl 01.29. Kucoba menata dan mengangkat apa yang aku bawa. Dan beraaaatttt.. langkahku perlahan menuruni kereta dan menuju pintu keluar. Ah, cukup jauh dan tak ada poter. Aku harus kuat sampai pintu keluar. Akhirnya, bisa juga. Walau lengan kiri agak "cedera". Sepertinya tertarik ototnya.. hihihi... beberapa hari baru sembuh.. tak apalah.
Rabu, 04 Mei 2016
Balasan Untuk Anak Desa
A-ngan mengangkasa kala itu
N-iat membara menuntut ilmu
A-sah khalbu, tajamkan pikir
K-ini, manisnya ilmu telah tercicipi
N-iat membara menuntut ilmu
A-sah khalbu, tajamkan pikir
K-ini, manisnya ilmu telah tercicipi
D-alam sekejap waktu
E-stafet kepemimpinan tiada terhindar
S-emoga Alloh senantiasa menolong
A-manah terjaga, sukses teraih.
E-stafet kepemimpinan tiada terhindar
S-emoga Alloh senantiasa menolong
A-manah terjaga, sukses teraih.
Ungkapan sejarah yg indah, sejuk dan berisi, hanya bisa lahir dari orang2 yang pandai, santun dan penuh kasih. Om AN memiliki itu semua. Sungguh saya bersyukur, bahwa takdir telah menentukan, bahwa saya bisa menjadi salah satu sahabat, dalam kehidupannya. Barokallah......
Dua jawaban yang kian meneguhkan senyumku...
Aku tak kan bisa membalas jasamu, padaku...
Senin, 02 Mei 2016
silaturahim ini kan terus aku jaga
Disinilah, di kamar ini... aku menapakkan kaki dan tubuhku di kasur yang empuk.. setahun lalu kah???
Iya, sepertinya demikian. Bermula dari sms dan bbm an, kemudian fb dan wa nan aku mulai "merasa" dekat dengannya.. senior yang baik hati. Dari yang tak mengenal hingga aku merasakan kamar ini untuk kali kedua.
Cakji, nama panggilanmu. Nggak neko-neko.. dan aku sangat heran, aku bisa kau perlakukan seperti ini. Aku bukanlah siapa-siapa. Hanya anak kecil yang ingin berkenalan dan meminta petuah dan nasihat dari orang tua. Aku hanyalah junior yang akan terus belajar dari pengalamanmu.
Semoga Allah swt selalu menjaga silaturahim yang telah tersambung, walau terpisah jarak dan masa. Aku di kota atlas, engkau di bumi kanjuruhan. Aamiin ya rabbal alamin.
Hanya Anak Desa
Enam belas tahun sudah
Aku meninggalkan kampung halaman
Mencari ilmu ke selatan
Melihat dunia yang katanya sangat luas
Dan aku tak tahu
Akankah aku kembali
Empat tahun pertama
Aku masih terkaget-kaget
Aku bisa menyandang "mahasiswa"
Aku kan hanya anak desa
Tak pernah tahu gedung menjulang tinggi
Empat tahun berikutnya
Aku rasakan beratnya mencari sesuap nasi
Aku hanya berusaha untuk sabar, tabah, dan bersungguh-sungguh
Dengan segenap ilmu dan kompetensi yang tlah diperoleh
Dan delapan tahun berikutnya
Aku menapaki jalan yang kian terasa jauh
Banyak gambar kehidupan yang tak mudah dipahami
Siluet rasa yang kadang tiada jelas sama sekali
Terkadang panorama yang begitu indah
Enambelas tahun sudah
Aku mengenalnya
Enam tahun sudah aku merasa dekat dengannya
Dua tahun sudah aku mulai menghormatinya
Ya, aku hanya anak desa
Persuaan dengannya adalah anugerah
Mengenalnya adalah kehormatan
Karena aku hanya anak desa
Terlintas kadang, apakah ini nyata?
Aku bisa membersamainya beberapa kali atau bagiku sudah teramat sering
Ya, mereka telah menjadi bagian penting bagiku
Adakalanya aku memanggilnya "guru"
Terkadang aku terlalu berani mengakuinya sebagai "bapak"
Dan aku sering berkeluh kesah dengannya
Dengan sifat kekanakanku
Aku begitu manja di hadapannya
Mereka adalah orang-orang hebat
Tak seperti diriku, yang hanya anak desa
Aku meninggalkan kampung halaman
Mencari ilmu ke selatan
Melihat dunia yang katanya sangat luas
Dan aku tak tahu
Akankah aku kembali
Empat tahun pertama
Aku masih terkaget-kaget
Aku bisa menyandang "mahasiswa"
Aku kan hanya anak desa
Tak pernah tahu gedung menjulang tinggi
Empat tahun berikutnya
Aku rasakan beratnya mencari sesuap nasi
Aku hanya berusaha untuk sabar, tabah, dan bersungguh-sungguh
Dengan segenap ilmu dan kompetensi yang tlah diperoleh
Dan delapan tahun berikutnya
Aku menapaki jalan yang kian terasa jauh
Banyak gambar kehidupan yang tak mudah dipahami
Siluet rasa yang kadang tiada jelas sama sekali
Terkadang panorama yang begitu indah
Enambelas tahun sudah
Aku mengenalnya
Enam tahun sudah aku merasa dekat dengannya
Dua tahun sudah aku mulai menghormatinya
Ya, aku hanya anak desa
Persuaan dengannya adalah anugerah
Mengenalnya adalah kehormatan
Karena aku hanya anak desa
Terlintas kadang, apakah ini nyata?
Aku bisa membersamainya beberapa kali atau bagiku sudah teramat sering
Ya, mereka telah menjadi bagian penting bagiku
Adakalanya aku memanggilnya "guru"
Terkadang aku terlalu berani mengakuinya sebagai "bapak"
Dan aku sering berkeluh kesah dengannya
Dengan sifat kekanakanku
Aku begitu manja di hadapannya
Mereka adalah orang-orang hebat
Tak seperti diriku, yang hanya anak desa
Kamis, 28 April 2016
Guruku memang multi talent
Aku memang beruntung
Sangat beruntung
Menjadi muridnya
Menjadi anak didiknya
Hingga kini
Sangat beruntung
Menjadi muridnya
Menjadi anak didiknya
Hingga kini
Guruku memang multi talent
Ada kalanya mengajakku tertawa
Di masa yang lain begitu serius berfikir
Ada kalanya mengajakku tertawa
Di masa yang lain begitu serius berfikir
Di satu waktu aku begitu terperangah
Di lain masa aku hanya bergumam
Di lain masa aku hanya bergumam
Guruku memang multi talent
Kau ajak diri ini belajar ketawadhuan
Kau ajari diri ini pahami kemaslahatan
Kau seret diri ini realisasikan cita-cita
Kau berikan tauladan senyatanya
Kau ajari diri ini pahami kemaslahatan
Kau seret diri ini realisasikan cita-cita
Kau berikan tauladan senyatanya
Guruku memang multi talent
Selasa, 26 April 2016
silaturahim yang "kedua"
Bercerita, ngobrol, dengan kedekatan hati dan perasaan. Itulah yang aku rasakan ketika membersamai #pakfari. Dan inilah yang akan selalu aku rindukan. Aku telah mengenal banyak “bapak”. Dan #pakfari ini berbeda. Aku “punya” #pakudin dengan gaya khasnya. Aku punya #sanggurutimur dan #sanggurubarat untuk mengobrol dan bercerita serta bercanda. Atau aku juga punya #sanggurutimurjauh atau #sanggurutengah. Tapi #pakfari punya kekhususan dalam hal ini. Semuanya baik, tapi aku bisa merasakan hal yang beda. #pakfari asli kalimantan, mungkin ini yang sangat membedakan. Pokoknya aku suka. Aku suka. Sekali lagi, kerinduanku “komunikasi” antara bapak dan anak, itulah yang mendorongku. Bukan yang lain. Semoga aku bisa mempraktikannya dengan bapak ibuku, di sana, di kendaldoyong. Aku tak bisa melakukannya; menceritakan apapun, menanyakan sesuatu pada beliau. Aku tak bisa.. sedih.... sedih...
Perjalanan silaturahim yang
kedua, demikianlah aku menyebutnya. Sebenarnya bukan yang kedua, melainkan yang
ketiga. Kenapa kedua? Silaturahim yang pake “maksa” untuk diperbolehkan
menginap. Perjalanan silaturahim ini ke #pakfari #sangguruselatan.
Perjalan ini telah aku rencanakan
beberapa hari sebelumnya dengan “memaksa” untuk diperbolehkan menginap lagi.
Aku tak tahu, sebenarnya tanggal 13 April aku telah bersua dengan #pakfari di
pudakpayung. Aku ingin merasakan “aura” istananya lagi. Atau ingin makan
gratisan??? Hehe... entahlah, kali ini aku ingin membersamainya. Semampuku...
(red. Seseringnya... hehe).
Semnas FE UNY adalah “batu
loncatan” untuk bisa ke yogya lagi. Kali iini aku punya istilah baru, “new
york” alias new yogkarto. Lucu juga ya. Dan akhirnya aku bisa bersama pak KDY,
pak JK, dan mbak tyas dalam kegiatan semnas ini, yang telah dipromosikan sama
prof. Kirno dari UNY di grup WA Aprodiksi. Karena ke yogya, ya harus ke
sardohoharjo ngaglik, dekat Merapi View. Ya, ke #pakfari.
Berangkatnya aku ikut mobilnya
pak KDY. Setelah satu jam menunggu, akhirnya kami berangkat juga dari GSG
Unnes. Pak KDY kelupaan membawa oleh-oleh untuk prof. Slamet UNY. Akhirnya
menunggu cukup lama, putranya menyusulkan oleh-oleh itu. Kami berhenti di
jembatan muntilan untuk sarapan pagi, tepatnya di warung makan Purnama, spesial
pecel wader. Padahal aku sudah lapar dari tadi. Tahan, tahan, dan tahan. Dan
menu “wader” akhirnya terlahap walau tak habis. Biasa, kalau makan mesti gitu..
maaf ya, aku kan makan secukupnya. Perjalanan pun berlanjut. Waktu telah menunjukkan
08.43. kami harus bergegas, karena pak JK telah memberikan kabar Seminar telah
dimulai.
Sekira jam 10 kami akhirnya
sampai FE UNY dan kami pun mengikuti seminar dengan baik. Dengan baik ya, lebih
banyak mendengarkan daripada ngobrol. Selepas makan siang dan shalat dhuhur,
aku dan pak JK berbagi tugas. Karena ke UNY banyak misi. Pak JK juga mau beli
jurnal terakreditasi. Aku bantu menyampaikan oleh-oleh ke prof. Slamet. Dan pak
KDY plus mbak Tyas yang mengikuti sesi paparan makalah. Aku dan pak JK pun
bergegas melaksanakan tugas. Hmmm... mencari alamat prof. Slamet ternyata
sulit. Muter-muter dulu baru ketemu. Padahal dekat sekali dengan FE UNY, malah
kita jauh kesana, mengikuti petunjuk mbak google maps. Lega sudah. Dan aku pun
kembali ke kampus untuk mengikuti kegiatan. Sampai kampus, ternyata pak KDY
sudah selesai dan sedang mengurusi sertifikat. Karena aku sudah memberikan
kabar kalau mau mampir di ngaglik, akhirnya pak KDY pulang ke Semarang lebih
dulu dengan pak Gijana. Maafkan aku ya pak...
Sakit gigi... ya, aku merasakan
sakit yang wow di hari itu. 23 April 2016. Saat berangkat, sakit gigi itu
sebenarnya telah berasa. Tetapi aku tak menyangka rasa sakitnya luar biasa di
siang hari. Karena tak kuat menahan rasa, saat seminar aku minta obat herbal
yang kemarin tak kasihkan pak JK. Dan masih belum mempan. Puncaknya saat makan
siang selepas dari prof. Slamet, di warung itu, rasa sakitnya luar biasa....
saaaakkiittttt.... sampai aku tak konsen
ketika diajak ngobrol sama pak Gijana.
Rabu, 06 April 2016
Entahlah, perjalanan apa ini
Entahlah,
perjalanan apa ini
Terasa begitu
dekat dan menyenangkan
Mengendarai si
vario hitam itu
Diselingi rintikan
air hujan
Nikmat sekali
Entahlah,
perjalanan apa ini
Tak sekedar
semarang-yogya
Perjalanan ini
wujud pertalian ukhuwah
Tanda bakti seorang
murid kepada gurunya
Aktualisasi hormat
sang anak kepada ayahandanya
Entahlah,
perjalanan apa ini
Aku telah
melaluinya; separuh...
Bersilaturahim ke #sangguruselatan
Seharusnya
aku melakukan perjalanan ini, satu pekan lalu. Saat “oleh-oleh” dari HK masih
ada, berupa cokelat singapore.. lho... Perjalanan itu pun tertunda, dan tak
tahu akan kapan aku laksanakan.
Hingga Sabtu
siang yang lalu (2/4). Perjalanan ini pun akhirnya secara mendadak aku
rencanakan. Awalnya untuk keperluan lainnya, ikut temen yang mau ke yogya.
Sekalian mampir ke ngaglik. Pikirku saat itu. Naik motor? Tak apalah. Lha wong
rencana satu pekan lalu juga demikian, naik motor. Njajal kuat opo ora.
Siang itu,
aku sms #pakfari (sebut saja begitu), #sangguruselatan. “Assamu’alaikum bapak,
bagaimana kabarnya? Rencana sore ini mau ke yogya. Dan mampir ke bapak...
sekalian menginap. Kalau dibolehkan... hehe”. Dan kau memberikan jawaban “Hehe
sy ada di rmh. Nanti sore mau ke dokter”. Dengan jawaban ini aku tak puas,
#pakfari tak memberikan jawaban pasti. Baru di sms lanjutannya; “masih ingat
jln ke rmh?”. Sms kedualah yang membuatku yakin untuk merealisasikan perjalanan
ini.
Yup, sebenarnya
ikut teman. Dan ternyata temanku tak jadi ke yogya. Aku di antara kebingungan.
Walau akhirnya aku putuskan tetap berangkat. Walau naik motor sendirian. Walau
akan kehujanan. Walau akan kemalaman. Niat ini sudah mantab. Tekad ini sudah
bulat. Rasa hormatku kepada #pakfari lah yang senantiasa menarik kuat. Melihat
kabar secara langsung adalah sangatlah penting. Dan lebih baik, daripada hanya
melalui WA atau sms atau BBM. Ya, aku ingin menyaksikan langsung bahwa #pakfari
dalam keadaan baik-baik saja. Entahlah, aku sangat sedih dan khawatir tatkala
mengetahui #pakfari sedang sakit. Satu hari sebelum aku berangkat ke HK tanggal
17 Maret lalu.
Kumulai saja
perjalanan ini. Mengendarai si vario hitamku. Tepat pukul 16.45 aku keluar
gang. Sebelumnya aku sms temenku di ngrajeg, kabari dia.. aku mau mampir dan
minta pepaya.. hehe.. keluarga #pakfari suka pepaya yang pernah aku bawakan
dulu, di bulan Januari akhir. Kunjungan pertamaku di kediamannya.
Rabu, 13 Januari 2016
Pendidikan Ekonomi Terakreditasi A Tanpa Visitasi
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada civitas akademika Program Studi Pendidikan Ekonomi atas keluarnya SK BAN PT No. 1167/SK/BAN-PT/Akred/S/ XI/2015 yang menyatakan Prodi Pendidikan Ekonomi mendapatkan akreditasi A tanpa visitasi. Merujuk SK tersebut, Prodi Pendidikan Ekonomi menyandang akreditasi A sampai tanggal 28 November 2020.
Prof Fathur Rokhman mengatakan, peningkatan akreditasi Prodi merupakan bentuk nyata dukungan akselerasi institusi. “Peningkatan akreditasi institusi tidak bisa dilepaskan dari perolehan akreditasi Prodi. Untuk itu, Unnes akan memberikan dukungan dan memberikan fasilitas terhadap seluruh Prodi untuk memperoleh akreditasi A”, tutur Prof Fathur Rokhman.
Dr Ade Rustiana MSi selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi menyatakan kegembiraan dan terima kasih atas perolehan akreditasi A tersebut. “Terima kasih saya sampaikan kepada Rektor Unnes, jajaran pimpinan di universitas, Dekan FE dan jajaran pimpinan di FE, dosen Prodi Pendidikan Ekonomi, dan semua pihat yang telah membantu proses akreditasi. Secara khusus saya mengapresiasi tim Task Force yang telah bekerja keras mempersiapkan borang akreditasi sehingga akreditasi A mampu dipertahankan.
Sabtu, 12 Desember 2015
satu memori di Nopember 2015
Ahad, 29 Nopember 2015 ada satu kenangan yang akan terus teringat dalam hati. Silaturahim ke sang abah di bumi karonsih selatan. Yup, aku tidak bbm beliau seperti biasanya. Maklum, abah saat ini telah menjadi direktur PPs UIN WS. So, harus buat janji kalau mau ketemu.
Ceritanya adalah menghantar jambu Demak yang kebetulan ada panen lumayan. Dan sekalian ke senior yang kebetulan deket istana abah. Jadi deh, kupacu New Vario ku itu.
Sekira pukul 8 aku sampai di istana hijau itu. Dan kulihat dua vios hitam sekarang. Satunya plat merah, pasti mobil dinas sang direktur. Aku foto aja deh.. buat apa ya?
Dan kupencet saja bel dan beberapa saat kemudian, si abah keluar.. aku setengah kaget. Si abah hanya seperti itu.. (seperti apa? rahasia penulis). Abah mempersilahkan aku masuk dan duduk. Sembari ijin untuk mandi dulu. Usilku keluar, mumpung sendirian dan menunggu, aku ambil gambar beberapa sudut ruang tamu itu. Ruang tamu yang paling sering dan senang aku kunjungi.
Tak berapa lama (lumayan lama sih), abah keluar dengan seragam pak kyai nya (sarung, koko, dan kopyah). Kok jadi resmi gini ya. Padahal aku hanya pakai kaos joger itu. Dan obrolan pun berjalan dan mengalir. Hingga ibu menawari untuk sarapan. Seadanya, karena tidak masak.. (aduh, aku udah sarapan tadi. kalau tahu gini, aku tidak sarapan.. hehe.. biar makannya banyak).
Cumi, telur asin, tahu, sambel, pete adalah menu sarapan kali ini. Di samping ada sayur. Aku tak suka sayur kan. Abah mengambil dulu, dan kemudian aku. Rasanya, seakan di rumah sendiri. Dan televisi menemani kami sarapan. Aku sengaja diam. Padahal tak tahu apa yang harus diobrolkan. Seperti biasa, aku makan sedikit dan segera mainan BlackBerry ku. Apalagi kalau bukan memfoto abah yang sedang sarapan. Banyak juga porsi beliau. Sampai keringetan. Kunikmati saja rasa ini. Sarapan kali ini adalah yang kedua setelah buka puasa bersama beliau satu tahun yang lalu.
Semakin aku merasakan kehangatan, keakraban, kebapakan beliau setelah sarapan. Abah keluar untuk merokok dan kemudian duduk di teras. Aku pun menghampiri dan duduk di sampingnya. Ah, ada rasa yang berbeda. Aku begitu dekat rasanya. Seakan abah adalah "bapakku". Seakan abah sedang bercerita dan memberikan nasihat kehidupan kepada si anak. Rasanya begitu lain, dekat dan tenang. Aku belum merasakan sebelumnya. Akankah terulang lagi? Aku tak tahu. Ya Allah, semoga Engkau kabulkan. (sejujurnya, aku ingin selfie bersama beliau di teras itu.. aku tak kuasa.. takut merusak rasa..)
Selepas satu puntung itu habis, obrolan dilanjut di ruang tamu. Dan kali ini, nasihat abah kian serius. Tentang amanah, sekolah, jaringan, dan sebagainya. Aku hanya bisa mengangguk.
Tak ingin lama mengganggu, aku beranikan untuk berpamitan karena jam menunjukkan angka 9.15 an. Aku telah 1 jam bersama abah hari ini. Penginnya bisa lebih lama lagi. Saat berpamitan, aku minta foto bareng abah. Pakai kamera depan deh karena tidak ada pihak ketiga. Hmmm, sepertinya abah pengin selfie sama aku.. (kebalik kaleeee).. hasilnya, foto di atas.
#abahAR, inisial beliau. Terimakasih atas nasihat dan kehangatan hari ini.. selamat beraktivitas.. semoga silaturahim ini lan terus terjaga. Aamiin ya rabbal alamin.
Ceritanya adalah menghantar jambu Demak yang kebetulan ada panen lumayan. Dan sekalian ke senior yang kebetulan deket istana abah. Jadi deh, kupacu New Vario ku itu.
Sekira pukul 8 aku sampai di istana hijau itu. Dan kulihat dua vios hitam sekarang. Satunya plat merah, pasti mobil dinas sang direktur. Aku foto aja deh.. buat apa ya?
Dan kupencet saja bel dan beberapa saat kemudian, si abah keluar.. aku setengah kaget. Si abah hanya seperti itu.. (seperti apa? rahasia penulis). Abah mempersilahkan aku masuk dan duduk. Sembari ijin untuk mandi dulu. Usilku keluar, mumpung sendirian dan menunggu, aku ambil gambar beberapa sudut ruang tamu itu. Ruang tamu yang paling sering dan senang aku kunjungi.
Tak berapa lama (lumayan lama sih), abah keluar dengan seragam pak kyai nya (sarung, koko, dan kopyah). Kok jadi resmi gini ya. Padahal aku hanya pakai kaos joger itu. Dan obrolan pun berjalan dan mengalir. Hingga ibu menawari untuk sarapan. Seadanya, karena tidak masak.. (aduh, aku udah sarapan tadi. kalau tahu gini, aku tidak sarapan.. hehe.. biar makannya banyak).
Cumi, telur asin, tahu, sambel, pete adalah menu sarapan kali ini. Di samping ada sayur. Aku tak suka sayur kan. Abah mengambil dulu, dan kemudian aku. Rasanya, seakan di rumah sendiri. Dan televisi menemani kami sarapan. Aku sengaja diam. Padahal tak tahu apa yang harus diobrolkan. Seperti biasa, aku makan sedikit dan segera mainan BlackBerry ku. Apalagi kalau bukan memfoto abah yang sedang sarapan. Banyak juga porsi beliau. Sampai keringetan. Kunikmati saja rasa ini. Sarapan kali ini adalah yang kedua setelah buka puasa bersama beliau satu tahun yang lalu.
Semakin aku merasakan kehangatan, keakraban, kebapakan beliau setelah sarapan. Abah keluar untuk merokok dan kemudian duduk di teras. Aku pun menghampiri dan duduk di sampingnya. Ah, ada rasa yang berbeda. Aku begitu dekat rasanya. Seakan abah adalah "bapakku". Seakan abah sedang bercerita dan memberikan nasihat kehidupan kepada si anak. Rasanya begitu lain, dekat dan tenang. Aku belum merasakan sebelumnya. Akankah terulang lagi? Aku tak tahu. Ya Allah, semoga Engkau kabulkan. (sejujurnya, aku ingin selfie bersama beliau di teras itu.. aku tak kuasa.. takut merusak rasa..)
Selepas satu puntung itu habis, obrolan dilanjut di ruang tamu. Dan kali ini, nasihat abah kian serius. Tentang amanah, sekolah, jaringan, dan sebagainya. Aku hanya bisa mengangguk.
Tak ingin lama mengganggu, aku beranikan untuk berpamitan karena jam menunjukkan angka 9.15 an. Aku telah 1 jam bersama abah hari ini. Penginnya bisa lebih lama lagi. Saat berpamitan, aku minta foto bareng abah. Pakai kamera depan deh karena tidak ada pihak ketiga. Hmmm, sepertinya abah pengin selfie sama aku.. (kebalik kaleeee).. hasilnya, foto di atas.
#abahAR, inisial beliau. Terimakasih atas nasihat dan kehangatan hari ini.. selamat beraktivitas.. semoga silaturahim ini lan terus terjaga. Aamiin ya rabbal alamin.
Rabu, 22 Juli 2015
Ngece tanda akrab
Sepotong kisah dari sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) 9 akan menjadi awal tulisan ini. Persoalan sederhana sepertinya. Iya, kita sering diece (diejek maksudnya) kan? Atau malah sebaliknya? Apa hubungannya dengan akrab????
Empat sekawan di PPT 9 (saya agak lupa nama2nya), adalah para petani miskin (maaf) yang hidupnya pas-pasan atau malah sering kekurangan. Dan akhirnya Om Jalal adalah solusinya. (tahu kan, siapa om Jalal? Orang terkaya di kampung. Namun tidak pelit). Tempat meminjam uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dan empat sekawan tersebut sering ditagih dan diingatkan oleh Om Jalal. Dan tiap ketemu, om Jalal selalu mengece (mengejek maksudnya) keempat bapak-bapak tadi.
Bagaimana perasaannya jika diece? Mau gimana lagi. Ya pasrah saja kan. Om Jalal suka minjemin duit terus. Kalau nggak sama Om Jalal tidak tahu sama siapa lagi.
Hmmmm.. salah tingkah jadinya. Namun, kesabaran seseorang ada batasnya. Akhirnya, mereka berkeluh kesah di kebun tempat mereka bekerja. Dan mereka pun marah sama perlakuan om Jalal. Ingin menjaga harga diri. Maka diece terus. Uppsss, diejek maksudnya. Tapi, dipikir-pikir, om Jalal benar juga. Bahwa mereka itu miskin, tak mampu dan lain sebagainya.
Singkat cerita, salah satu dari mereka akan menemui om Jalal karena sudah tak tahan diejek dan ditagih terus.
Dan dialog pun terjadi, antara om Jalal dan salah satu dari keempatnya (om Jueng kayaknya). Dan akhirnya memberanikan diri, bahwa mereka ingin dihargai. Om Jalal pun tidak kalah galaknya. Jika tak ingin diejek, maka harus kerja keras dan tak miskin lagi. Dan argumentasinya, bahwa om Jalal melakukan itu karena sudah merasa "akrab" dengan keempat bapak-bapak tadi. Sudah dianggap saudara begitu. Wujudnya adalah ejekan, namun sebenarnya hanya sentilan dan memang om Jalal wataknya demikian. Orangnya baik tapi rasional. Di akhir dialog, malah tidak jadi bayar utang (karena memang belum punya uang) dan malah dikasih uang lagi.
Kejadian yang mirip terjadi di kisah berikutnya. Slah satu bapak tadi ingin marah-marah tapi kalah argumen dengan om Jalal. Dan bapak tadi menerima rasionalitas om Jalal. Sekali lagi, om Jalal melakukannya karena sudah merasa akrab. Menganggap sudah dekat.
Hehe... panjang juga pengantarnya ya... nah, yang mau dibahas adalah ecean (ejekan) dan rasa akrab seseorang.
Kita mungkin sering jadi bahan ejekan temen-temen.
Bahasa sekarang mungkin "bully" kali ya. Atau bisa jadi kita yang suka ngece. Kita sangat tidak suka diejek, bisa jadi. Atau malah, kita sudah pasrah jika diejek. Perasaan kita sungguh akan berbeda dalam hal ini.
Saya, termasuk yang suka diece oleh "teman" atau "senior". Apakah saya merasa "suka"? Atau malah marah?
Akan berbeda memang jika melihat siapa yang ngece. Namun, secara umum, sya termasuk yang enjoy jika diece (yang jelas tidak berlebihan dan kebablasan). Siapapun yang ngece. Malah, saya akan sangat suka diece oleh orang tertentu. Dalam hal ini sya seide dengan om Jalal. Sudah merasa dekat dan akrab, itulah alasannya. Artinya, saya tidak akan marah karena tahu ia mengece bukan untuk menyakiti. Hanya menambah keakraban.
Namun, yang perlu kita garis bawahi, apakah harus dengan mengece untuk menambah keakraban diantara teman atau sahabat? Tidak harus memang. Ejek mengejek hanyalah bumbu penyedap. Jika sudah saling mengejek (sekali lagi, dalam koridor terkendali dan tidak berlebihan) menandakan dua sahabat (atau lebih) memang sudah tidak ada sekat lagi. Tidak ada jarak lagi. Entah slah satunya sangat kaya, satunya sangat miskin. Antara guru dengan murid, antara dosen dan mahasiswa. Atau sesama kolega dalam bekerja.
Jika tidak ada "ece-ecean", menurut hemat saya, hubungan itu hanya formalitas, kaku, dan tidak menarik lagi. Apakah nabi kita memberikan contoh tentang hal ini? Dicari ya.. (baru akan saya tanyakan sama ahlinya. Takut salah).
Terakhir, semoga kita bisa menahan diri kalau sudah "ece-ecean". Tidak boleh kebablasan, apalagi sampai menyinggung orang tua diantara kita. Habis ece-ecean ya sudah. Berlalu, tanpa bekas! Wallahu a'lam..
Empat sekawan di PPT 9 (saya agak lupa nama2nya), adalah para petani miskin (maaf) yang hidupnya pas-pasan atau malah sering kekurangan. Dan akhirnya Om Jalal adalah solusinya. (tahu kan, siapa om Jalal? Orang terkaya di kampung. Namun tidak pelit). Tempat meminjam uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dan empat sekawan tersebut sering ditagih dan diingatkan oleh Om Jalal. Dan tiap ketemu, om Jalal selalu mengece (mengejek maksudnya) keempat bapak-bapak tadi.
Bagaimana perasaannya jika diece? Mau gimana lagi. Ya pasrah saja kan. Om Jalal suka minjemin duit terus. Kalau nggak sama Om Jalal tidak tahu sama siapa lagi.
Hmmmm.. salah tingkah jadinya. Namun, kesabaran seseorang ada batasnya. Akhirnya, mereka berkeluh kesah di kebun tempat mereka bekerja. Dan mereka pun marah sama perlakuan om Jalal. Ingin menjaga harga diri. Maka diece terus. Uppsss, diejek maksudnya. Tapi, dipikir-pikir, om Jalal benar juga. Bahwa mereka itu miskin, tak mampu dan lain sebagainya.
Singkat cerita, salah satu dari mereka akan menemui om Jalal karena sudah tak tahan diejek dan ditagih terus.
Dan dialog pun terjadi, antara om Jalal dan salah satu dari keempatnya (om Jueng kayaknya). Dan akhirnya memberanikan diri, bahwa mereka ingin dihargai. Om Jalal pun tidak kalah galaknya. Jika tak ingin diejek, maka harus kerja keras dan tak miskin lagi. Dan argumentasinya, bahwa om Jalal melakukan itu karena sudah merasa "akrab" dengan keempat bapak-bapak tadi. Sudah dianggap saudara begitu. Wujudnya adalah ejekan, namun sebenarnya hanya sentilan dan memang om Jalal wataknya demikian. Orangnya baik tapi rasional. Di akhir dialog, malah tidak jadi bayar utang (karena memang belum punya uang) dan malah dikasih uang lagi.
Kejadian yang mirip terjadi di kisah berikutnya. Slah satu bapak tadi ingin marah-marah tapi kalah argumen dengan om Jalal. Dan bapak tadi menerima rasionalitas om Jalal. Sekali lagi, om Jalal melakukannya karena sudah merasa akrab. Menganggap sudah dekat.
Hehe... panjang juga pengantarnya ya... nah, yang mau dibahas adalah ecean (ejekan) dan rasa akrab seseorang.
Kita mungkin sering jadi bahan ejekan temen-temen.
Bahasa sekarang mungkin "bully" kali ya. Atau bisa jadi kita yang suka ngece. Kita sangat tidak suka diejek, bisa jadi. Atau malah, kita sudah pasrah jika diejek. Perasaan kita sungguh akan berbeda dalam hal ini.
Saya, termasuk yang suka diece oleh "teman" atau "senior". Apakah saya merasa "suka"? Atau malah marah?
Akan berbeda memang jika melihat siapa yang ngece. Namun, secara umum, sya termasuk yang enjoy jika diece (yang jelas tidak berlebihan dan kebablasan). Siapapun yang ngece. Malah, saya akan sangat suka diece oleh orang tertentu. Dalam hal ini sya seide dengan om Jalal. Sudah merasa dekat dan akrab, itulah alasannya. Artinya, saya tidak akan marah karena tahu ia mengece bukan untuk menyakiti. Hanya menambah keakraban.
Namun, yang perlu kita garis bawahi, apakah harus dengan mengece untuk menambah keakraban diantara teman atau sahabat? Tidak harus memang. Ejek mengejek hanyalah bumbu penyedap. Jika sudah saling mengejek (sekali lagi, dalam koridor terkendali dan tidak berlebihan) menandakan dua sahabat (atau lebih) memang sudah tidak ada sekat lagi. Tidak ada jarak lagi. Entah slah satunya sangat kaya, satunya sangat miskin. Antara guru dengan murid, antara dosen dan mahasiswa. Atau sesama kolega dalam bekerja.
Jika tidak ada "ece-ecean", menurut hemat saya, hubungan itu hanya formalitas, kaku, dan tidak menarik lagi. Apakah nabi kita memberikan contoh tentang hal ini? Dicari ya.. (baru akan saya tanyakan sama ahlinya. Takut salah).
Terakhir, semoga kita bisa menahan diri kalau sudah "ece-ecean". Tidak boleh kebablasan, apalagi sampai menyinggung orang tua diantara kita. Habis ece-ecean ya sudah. Berlalu, tanpa bekas! Wallahu a'lam..
Langganan:
Postingan (Atom)







