Senin, 02 Mei 2016

Hanya Anak Desa

Enam belas tahun sudah
Aku meninggalkan kampung halaman
Mencari ilmu ke selatan
Melihat dunia yang katanya sangat luas

Dan aku tak tahu
Akankah aku kembali

Empat tahun pertama
Aku masih terkaget-kaget
Aku bisa menyandang "mahasiswa"
Aku kan hanya anak desa
Tak pernah tahu gedung menjulang tinggi

Empat tahun berikutnya
Aku rasakan beratnya mencari sesuap nasi
Aku hanya berusaha untuk sabar, tabah, dan bersungguh-sungguh
Dengan segenap ilmu dan kompetensi yang tlah diperoleh

Dan delapan tahun berikutnya
Aku menapaki jalan yang kian terasa jauh
Banyak gambar kehidupan yang tak mudah dipahami
Siluet rasa yang kadang tiada jelas sama sekali
Terkadang panorama yang begitu indah

Enambelas tahun sudah
Aku mengenalnya
Enam tahun sudah aku merasa dekat dengannya
Dua tahun sudah aku mulai  menghormatinya

Ya, aku hanya anak desa
Persuaan dengannya adalah anugerah
Mengenalnya adalah kehormatan
Karena aku hanya anak desa

Terlintas kadang, apakah ini nyata?
Aku bisa membersamainya beberapa kali atau bagiku sudah teramat sering

Ya, mereka telah menjadi bagian penting bagiku
Adakalanya aku memanggilnya "guru"
Terkadang aku terlalu berani mengakuinya sebagai "bapak"
Dan aku sering berkeluh kesah dengannya
Dengan sifat kekanakanku
Aku begitu manja di hadapannya

Mereka adalah orang-orang hebat
Tak seperti diriku, yang hanya anak desa

Jumat, 29 April 2016

Pahamkan mereka

Seingatku dulu, tak sedikit guru yang takut jikalau muridnya lebih pandai
Sepemahamanku dulu, tak sedikit guru yang khawatir tersaingi kemampuan muridnya

Itu dulu... ingatan yang salah
Itu dulu... pemahaman yang keliru

Sadarlah kini
Guru yang sukses itu jikalau muridnya lebih hebat
Guru yang keren itu jikalau muridnya lebih kreatif

Tak usahlah khawatir wahai guru, jika muridnya satu langkah lebih maju
Tak usahlah resah wahai guru, jika muridnya berfikir lebih futuristik

Kita hanya perlu mendampinginya
Kita harus mau membimbingnya
Kita mau tidak mau selalu menyemangatinya

Walau sebenarnya kita sudah sangat malu
Atas ketidaktahuan kita
Atas ketidakmampuan kita
Atas kekuperan kita

Yakinkan mereka, murid-murid kita...
Penuh talenta
Beragam kecerdasan
Bisa lebih baik dari kita

Pahamkan mereka
Kehidupan ini untuk kehidupan selanjutnya

Kamis, 28 April 2016

Guruku memang multi talent

Aku memang beruntung
Sangat beruntung
Menjadi muridnya
Menjadi anak didiknya
Hingga kini

Guruku memang multi talent
Ada kalanya mengajakku tertawa
Di masa yang lain begitu serius berfikir
Di satu waktu aku begitu terperangah
Di lain masa aku hanya bergumam
Guruku memang multi talent
Kau ajak diri ini belajar ketawadhuan
Kau ajari diri ini pahami kemaslahatan
Kau seret diri ini realisasikan cita-cita
Kau berikan tauladan senyatanya

Guruku memang multi talent