Rabu, 24 Oktober 2012

Berakhir sudah...


Berakhir sudah perjalananku hari ini.
Melahap dua menu rapat nan menantang diri.
Menyiapkan presentasi paper di UB nanti.
Menyantap kepala kakap bersama ayahanda di kusumawardani.
Terkapar pasca tenis di lapangan BNI.
Bersilaturahim ke panti.
Dan menyampaikan kupon qurbani...
Kini, saatnya istirahatiiii..

Selasa, 09 Oktober 2012

Batik Inspirasiku by Jamil Azzaini


Pagi ini saya mendapat banyak SMS, BBM, dan mention di twitter tentang hari Batik. Saat membaca berbagai komentar itu, pikiran saya melayang jauh ke masa lalu, saat tahun pertama saya kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ketika itu, setidaknya dua hari sekali saya kuliah mengenakan batik lengan panjang. Apakah karena saya cinta batik? Bukan, tetapi karena memang saya tidak punya kemeja yang lain. Batik itu satu-satunya kemeja yang saya miliki.
Terkadang teman kuliah saya menggoda, “Mau kondangan, mil?” Kami pun tertawa bersama. Namun saat sendiri terkadang saya sedih dan menangis, “Ah, betapa miskinnya saya, kemeja pun hanya punya satu, batik lagi.” Untuk melawan kesedihan itu saya membuat kepanjangan Batik agar bisa menghibur sekaligus memotivasi saya.
Apa kepanjangan BATIK bagi saya ketika itu? B, Buktikan bahwa kamu tak layak dihina. A, Angkatlah derajatmu dengan ilmu bukan baju. T, Taqwa adalah derajat tertinggi dalam hidupmu.  I, Ilmu-lah yang menjagamu bukan hartamu. K, Kawan yang menghinamu itu gurumu.
Sejak saat itu, bila ada yang meledek atau menghina ketika saya mengenakan batik, maka saya ingat kepanjangan batik yang saya buat. Kawan yang meledek saat saya mengenakan batik benar-benar saya anggap guru bagi saya. Jurus itu jitu mengurangi kesedihan dan rasa malu. Hehehe… ternyata sederhana ya melawan rasa malu. Terima kasih batik.
Sekarang, saya sering mengenakan kemeja batik lengan pendek. Saat saya diundang memberikan training di Singapura, Philipina, Hongkong dan Jepang dengan bangga saya mengenakan batik setiap hari. Bahkan, saat umroh bulan Ramadahan lalu saya pun bangga mengenakannya di Tanah Suci, hampir setiap hari.
Sekarang saya berbatik tidak sambil mengingat-ingat kepanjangan batik lagi. Mengapa? Sebab, saat ini saya mengenakan kemeja batik adalah karena pilihan dan kebanggaan, bukan lagi keterpaksaan. Bagaimana dengan Anda?
Salam SuksesMulia!

Selasa, 14 Agustus 2012

Agus Wahyudin Doktor Ke-403 Undip


Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes) meraih gelar doktor dari Program S3 Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dia merupakan doktor ke-403 di universitas itu atau ke-92 di Fakultas Ekonomi Undip.
Dalam sidang senat terbatas yang dipimpin Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi PhD, di kampus Pleburan, Senin (13/8), promovendus mempertahankan disertasi “Pengaruh Ownership Structure terhadap Debt Policy dengan Prinsip-prinsip Corporate Governance sebagai Variabel Intervening”.
Bertindak sebagai promotor Prof Dr M Safrudin MSi Akt, sedangkan kopromotor Prof Dr Abdul Rohman MSi Akt dan Drs Tarmizi Akhmad MBA Akt PhD. Selain itu, penguji lainnya Prof Drs Muhammad Nasir MSi Akt PhD, Prof Dr Augusty Tae Ferdinand MBA (sekretaris), Prof Dr Bambang Sutopo MCom Akt, Prof Dr Imam Ghozali MCom Akt, Prof Dr Arifin Sabeni MCom Hons Akt, dan Dr Agus Purwanto MSi Akt.
Dalam simpulannya, mantan dekan pertama Fakultas Ekonomi Unnes itu antara lain mengemukakan, manajerial kepemilikan berpengaruh secara positif terhadap implementasi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam kerangka tata kelola perusahaan yang baik. “Hasil ini memberikan makna bahwa semakin besar proporsi kepemilikan manajerial dalam perusahaan maka akan semakin besar pula tingkat implementasi prinsip keterbukaan dan akuntabilitas perusahaan dalam kerangka tata kelola perusahaan yang baik,” kata Pembantu Rektor Bidang Akademik ini.