Rabu, 22 Juli 2015

Ngece tanda akrab

Sepotong kisah dari sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) 9 akan menjadi awal tulisan ini. Persoalan sederhana sepertinya. Iya, kita sering diece (diejek maksudnya) kan? Atau malah sebaliknya? Apa hubungannya dengan akrab????

Empat sekawan di PPT 9 (saya agak lupa nama2nya), adalah para petani miskin (maaf) yang hidupnya pas-pasan atau malah sering kekurangan. Dan akhirnya Om Jalal adalah solusinya. (tahu kan, siapa om Jalal? Orang terkaya di kampung. Namun tidak pelit). Tempat meminjam uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dan empat sekawan tersebut sering ditagih dan diingatkan oleh Om Jalal. Dan tiap ketemu, om Jalal selalu mengece (mengejek maksudnya) keempat bapak-bapak tadi.

Bagaimana perasaannya jika diece? Mau gimana lagi. Ya pasrah saja kan. Om Jalal suka minjemin duit terus. Kalau nggak sama Om Jalal tidak tahu sama siapa lagi.

Hmmmm.. salah tingkah jadinya. Namun, kesabaran seseorang ada batasnya. Akhirnya, mereka berkeluh kesah di kebun tempat mereka bekerja. Dan mereka pun marah sama perlakuan om Jalal. Ingin menjaga harga diri. Maka diece terus. Uppsss, diejek maksudnya. Tapi, dipikir-pikir, om Jalal benar juga. Bahwa mereka itu miskin, tak mampu dan lain sebagainya.

Singkat cerita, salah satu dari mereka akan menemui om Jalal karena sudah tak tahan diejek dan ditagih terus.

Dan dialog pun terjadi, antara om Jalal dan salah satu dari keempatnya (om Jueng kayaknya). Dan akhirnya memberanikan diri, bahwa mereka ingin dihargai. Om Jalal pun tidak kalah galaknya. Jika tak ingin diejek, maka harus kerja keras dan tak miskin lagi. Dan argumentasinya, bahwa om Jalal melakukan itu karena sudah merasa "akrab" dengan keempat bapak-bapak tadi. Sudah dianggap saudara begitu. Wujudnya adalah ejekan, namun sebenarnya hanya sentilan dan memang om Jalal wataknya demikian. Orangnya baik tapi rasional. Di akhir dialog, malah tidak jadi bayar utang (karena memang belum punya uang) dan malah dikasih uang lagi.

Kejadian yang mirip terjadi di kisah berikutnya. Slah satu bapak tadi ingin marah-marah tapi kalah argumen dengan om Jalal. Dan bapak tadi menerima rasionalitas om Jalal. Sekali lagi, om Jalal melakukannya karena sudah merasa akrab. Menganggap sudah dekat.

Hehe... panjang juga pengantarnya ya... nah, yang mau dibahas adalah ecean (ejekan) dan rasa akrab seseorang.

Kita mungkin sering jadi bahan ejekan temen-temen.
Bahasa sekarang mungkin "bully" kali ya. Atau bisa jadi kita yang suka ngece. Kita sangat tidak suka diejek, bisa jadi. Atau malah, kita sudah pasrah jika diejek. Perasaan kita sungguh akan berbeda dalam hal ini.

Saya, termasuk yang suka diece oleh "teman" atau "senior". Apakah saya merasa "suka"? Atau malah marah?

Akan berbeda memang jika melihat siapa yang ngece. Namun, secara umum, sya termasuk yang enjoy jika diece (yang jelas tidak berlebihan dan kebablasan). Siapapun yang ngece. Malah, saya akan sangat suka diece oleh orang tertentu. Dalam hal ini sya seide dengan om Jalal. Sudah merasa dekat dan akrab, itulah alasannya. Artinya, saya tidak akan marah karena tahu ia mengece bukan untuk menyakiti. Hanya menambah keakraban.

Namun, yang perlu kita garis bawahi, apakah harus dengan mengece untuk menambah keakraban diantara teman atau sahabat? Tidak harus memang. Ejek mengejek hanyalah bumbu penyedap. Jika sudah saling mengejek (sekali lagi, dalam koridor terkendali dan tidak berlebihan) menandakan dua sahabat (atau lebih) memang sudah tidak ada sekat lagi. Tidak ada jarak lagi. Entah slah satunya sangat kaya, satunya sangat miskin. Antara guru dengan murid, antara dosen dan mahasiswa. Atau sesama kolega dalam bekerja.

Jika tidak ada "ece-ecean", menurut hemat saya, hubungan itu hanya formalitas, kaku, dan tidak menarik lagi. Apakah nabi kita memberikan contoh tentang hal ini? Dicari ya.. (baru akan saya tanyakan sama ahlinya. Takut salah).

Terakhir, semoga kita bisa menahan diri kalau sudah "ece-ecean". Tidak boleh kebablasan, apalagi sampai menyinggung orang tua diantara kita. Habis ece-ecean ya sudah. Berlalu, tanpa bekas! Wallahu a'lam..

Sabtu, 18 Juli 2015

Betapa baiknya engkau

Dan, kau hadir (lagi) untukku
Aku pun berujar lagi
Bercerita lagi
Mengungkapkan satu kisah
Kembali, kepadamu

Ah, betapa baiknya engkau
Sungguh, inilah kebahagiaan ku
Aku tak perlu menunggu balasmu
Aku hanya ingin mencurahkan rasa

Aku tak sebaik sangkaan orang
Aku hanya orang bodoh, sok pintar
Aku hanyalah seorang yang egois, sok sosialis
Aku memang demikian adanya

Terima kasih, kau telah mendengarkan
Untaian kata tak punya makna

Sungguh, aku bahagia
Kau ulurkan warmly hand

Selasa, 14 Juli 2015

#abahAR, selamat hari lahir

Hembusan angin dini hari
Bangunkanku sejenak
membawa kabar bahagia untukku 
Kabar tentang insan terhormat di belahan bumi sana

Ya Allah, dzat yang Maha Kasih
Izinkan hamba tuk panjatkan pinta padaMu semata 
Teruntuk insan yang sangat hamba hormati

Ya Allah, Engkaulah Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang 
Hamba mohon, anugerahkanlah kepada ayah hamba yang baik ini 
kesehatan, keselamatan, kesuksesan, kebahagiaan,
keimanan dan ketakwaan serta kelancaran dalam beraktivitas 

Ya Allah, jagalah ia dengan rohman dan rahimMu
Bimbinglah ia dengan petunjukMu 
Kuatkanlah ia dengan kuasaMu
Berkahilah ia

Ya Allah, ia lah insan terbaik yang hamba kenal selama ini
Insan yang senantiasa memperjuangkan kalimahMu
Insan yang mengajak hamba tuk kian dekat denganMu

Ya Allah, hamba yakin 
Engkau kan kabulkan pinta hamba

Aamiin ya rabbal 'alamin 

#abahAR, hanya doa ini yang aku sanggup berikan
Di hari ini

#abahAR, selamat hari lahir... barakallah...

Selasa, 07 Juli 2015

Ia Hanya Sepertiga, kini

Ya Rabb, kembali ku meneteskan air mata
Tiada terbendung
Ia hanya sepertiga, kini
Tanpa kusadari

Ya Rabb, aku masih saja terbuai 
Lamunan dunia penggoda hati insan 
Aku lalai ya Rabb,
Terhadap ramadhanMu yang penuh berkah

Masihkah hamba Kau perkenankan 
Mengisi sepertiganya dengan amalan terhebat 
Hingga hamba laik kau sematkan predikat itu
Hingga hamba mampu kendalikan nafsu

Ya Rabb, Kau lah Maha Segalanya
ku hanya butiran debu tiada daya
Hanya kepadaMu hamba memohon 
Kabulkanlah doa dan pinta hamba

Persuakanlah hamba dengan malam seribu bulan 
Sampaikanlah hamba pada garis finish ramadhan 
Dan izinkanlah hamba tuk kembali bersua dengan RamadhanMu berikutnya 

Aamiin ya rabbal 'alamin... 😭😭😭